Senin, 22 Februari 2016

Curhat, Doa dan Upaya Mencari Kekuatan

Telah kutinggalkan cemburu disudut kamar gelap
Telah kuhanyutkan duka pada sungai kecil yg mengalir dari mataku
Telah kukabarkan lewat angin gerimis tentang segala catatan hati
Yg terhampar di tiap jengkal sajadah dalam tahajud dan sujud panjangku.


Mencurahkan isi hati ibarat melepaskan 
bongkahan kecil sebuah bangunan besar
bernama kebekuan, kegagalan dan ketidakberdayaan.
(Nadia . A , 2015 , x ; 1)

Hatiku mengatakan demikian

Boleh aku bertanya terbuat dari apakah hati itu?
Tak peduli seberapa rindu menghantamnya, 
Sekuat apa duka menggerusnya,
Hati masih tetap bersikeras berdenyut.
Memanggil-manggil nama yg kucintai.

Bodoh.
Aku perempuan paling bodoh di dunia.
Jatuh cinta kepada yg tidak boleh dicintai.
Tahu bahwa harus berhenti mencintai.
Mampu untuk berhenti mencintai.
Namun, tak mau.
Semata karena hatiku mengatakan demikian.
(Prameswari . A , 2013 , 2014 : 30)